Minggu, 16 Juni 2013

Dewan Gelar Sidang Paripurna, Buruh Demo Tolak Kenaikan BBM

Foto : Cok Santoso / Lensa Jakarta


Jakarta, The Royal Indonesia TV - Kenaikan harga BBM  akan memberatkan buruh,. Kenaikan harga BBM Rp 2.000 akan mengakibatkan daya beli buruh turun 30% sehingga kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun lalu sebesar 30% menjadi sia-sia. " ungkap Said  Iqbal Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Recana  sebanyak 3.000 buruh akan melakukan aksi demonstrasi untuk menolak rencana kenaikan harga bahan,  bakar minyak (BBM) bersubsidi di depan Gedung DPR, Jakarta, pada Senin (17/6) hari ini.
Menurut Iqbal, aksi demonstrasi dilakukan di depan DPR bersamaan dengan rapat paripurna yang akan menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPNB-P) 2013.
"Aksi demonstrasi akan dilaksanakan di DPR mulai pukul 10 WIB,  tutur Iqbal  saat di hubungi minggu malam (16/6).



(Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sementara saat berita ini di lansir,  Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  menggelar rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan RUU RAPBN Perubahan tahun 2013.

Anggota Majelis Syuro PKS Refrizal menegaskan Fraksi PKS tetap menolak rencana pemerintah menaikan harga BBM bersubdi.
"Karena akan memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, sebentar lagi kita akan masuk bulan Puasa Ramadhan, tahun ajaran baru dan hari raya Idul Fitri," kata Refrizal di Jakarta, Senin (17/6

).
Diketahui, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan pembahasan  dengan badan Anggaran (Banggar) DPR RI pada Sabtu (15/6/2013). Pembahasan  dilakukan untuk menentukan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2013 yang menentukan pencabutan subsidi BBM dan pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Ada fraksi yang menolak dan menyetujui.
Seperti diberitakn beberapa media online,  ada beberapa partai yang menolak kenaikan BBM bersubsidi dan turunannya. Dalam pandangan mini fraksi tercatat Gerindra, PDI-P, Hanura dan PKS mengatakan sikapnya dalam menolak kenaikan BBM bersubsidi.
Dengan penolakan ini maka sudah ada PAN, Partai Demokrat, Golkar, PPP dan PKB yang mendukung kenaikan BBM bersubsidi.
Sekadar informasi, pemerintah memastikan akan menaikkan harga BBM subsidi jenis premium dan solar pada pekan ini. Rencananya harga premium akan naik Rp 2.000 menjadi Rp 6.500 per liter dan solar naik Rp 1.000 menjadi Rp 5.500 per liter. Saat ini kedua jenis BBM tersebut dijual dengan harga Rp 4.500 per liter.
Posted By : Lensa Jakarta
News Source : Liputan 6.com/Tribune news.com/ICRnews.com